Selasa, 26 April 2016

Pancasila Menangis "sungguh miris"

Beberapa waktu yang lalu falsafah bangsa Indonesia telah di nodai. Yaitu lambang negara kita Pancasila mendapatkan penghinaan dan di lecehkan oleh bangsa kita sendiri.
Sebut saja "Zaskia Gotik", ia yang biasa di kenal sebagai publik figur di dunia hiburan khususnya pertelevisian. Sangat di sayangkan bahwa ia yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia malah mencontohkan hal yang tidak baik.
Ia di duga melanggar PASAL: 154a Kitab undang undang hukum pidana tentang penodaan terhadap lambang kebangsaan Indonesia dan UU nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, bahasa dan Lambang negara serta lagu kebangsaan.
Yang pada suatu acara televisi ia mengatakan bahwa hari kemerdekaan Indonesia jatuh pada tanggal 32 agustus. Dan yang Paling menghebohkan lagi ia menyebutkan bahwa lambang dari sila ke 5 pancasila Kita adalah " bebek nungging " sungguh sangat miris sekali melihat moral publik figur seperti ini.
Dimana pemahaman ia tentang pancasila, dimana pengamalan ia tentang falsafah bangsa Indonesia.
Ia bukan orang dari negara luar, ia merupakan bagian dari bangsa Indonesia sendiri.
terlepas dari itu melalui media ia menyatakan permintaan maaf nya kepada seluruh masyarakat Indonesia. disini lah kita mempertanyakan peran aparat bangsa dalam menanggapi hal ini.
karena apa yang ia lakukan bukanlah hal yang bisa begitu saja di maafkan perbuatannya terhadap pancasila. Dia telah menyakiti hati seluruh rakyat Indonesia.
karena ketika ia menghina falsafah kita siapa yang merasa di rugikan?  Tentu kita sebagai rakyat. siapa yang dapat menghukumnya?  Tentu kita seluruh rakyat Indonesia.  Cukup kah dengan hanya meminta maaf?  Mungkin sebagian masyarakat bisa terima,  tetapi bagaimana dengan sebagian lain? 
Kalaupun bangsa kita di wakilkan untuk menerima permintaan maafnya , siapa yang berhak mewakili nya? 
Perlu di ingat, Pancasila milik seluruh rakyat Indonesia tidak perduli ia preman, pengemis, nelayan, buruh bahkan pedagang sekalipun selagi ia terlahir dari rahim ibu pertiwi dan berbicara tentang pancasila ia adalah bagian dari bangsa Indonesia.
Peran Pancasila dan Hukum di Indonesia dalam hal ini harus tegas. karena jika hanya begitu saja menerima maaf dan memberikan sanksi sosial, Pancasila dan Hukum yg berlaku kita terlihat lemah dimata dunia dan patut di Pertanyakan kekokohannya.
sebab jika itu tidak di tindak lanjuti dengan tindakan Hukum, maka mungkin penghinaan dan pelecehan pancasila kita sebagai falsafah bangsa Indonesia akan terulang kembali.
Dan yang perlu jadi prospek kita semua di kedepannya adalah penyadaran Peran dan ke-sakralan Pancasila sebagai lambang negara. Jangan salahkan para rakyat bila suatu saat peran Pancasila akan di lupakan di kemudian hari karena disebabkann kurangnya penanaman nilai-nilai Pancasila.

Oleh, Woga Worotikan Fakultas Hukum UMJ